Permainan anak lebih mudah dipilih ketika perhatian beralih dari "apa hasilnya?" ke "apa yang bisa dicoba di dalamnya?". Dalam bahasan DEDE4D, eksplorasi dan imajinasi dapat menjadi cara melihat ruang yang diberikan sebuah aktivitas: apakah anak boleh memilih, mengubah cara, dan memberi makna sendiri, atau hanya mengikuti satu hasil yang ditentukan.
Eksplorasi memberi ruang untuk menafsirkan
Rasa ingin tahu dan keinginan menjelajah termasuk gambaran anak dalam perkembangan kognitif. Anak juga menafsirkan lingkungannya, dengan penafsiran yang dipengaruhi keadaan sekitar dan tingkat perkembangan kognitifnya [1]. Ini memberi alasan untuk tidak selalu menetapkan satu cara bermain yang dianggap paling benar.
Contoh sederhana: kertas bisa ditawarkan untuk dilipat atau ditempeli, tanpa menentukan bentuk akhir yang harus ditiru. Anak mendapat pilihan tentang apa yang ingin dicoba. Ruang seperti ini bisa mengundang imajinasi, tetapi bukan jaminan setiap anak akan tertarik atau menghasilkan hal yang sama.
Ragam aktivitas, ragam gerakan
Aktivitas yang melibatkan motorik halus mencakup menulis, melipat, merangkai, mengancing baju, menempel, dan menggunting [1]. Ragam tindakan itu bisa menjadi titik awal untuk memilih kegiatan: apakah anak ingin membuat sesuatu dengan tangan, menyusun bagian-bagian, atau mencoba gerakan yang berbeda.
Perkembangan anak juga mencakup aspek kognitif, motorik, fisik, dan bahasa, di antara aspek lainnya [1]. Karena itu, sebuah permainan tak perlu dinilai hanya dari satu hasil atau satu keterampilan. Orang tua bisa memperhatikan bagian aktivitas yang paling menarik bagi anak, lalu menawarkan pilihan yang sesuai dengan minatnya saat itu.
Memilih tanpa menyamakan kebutuhan
Perkembangan anak dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keturunan, lingkungan, stimulus, pendidikan, serta kondisi sosial dan ekonomi [1]. Maka, daftar aktivitas yang sama belum tentu terasa cocok untuk setiap anak. Memilih permainan dapat dimulai dari hal yang ingin dicoba anak, bukan dari anggapan bahwa semua anak harus menyukai kegiatan yang serupa.
Norma perkembangan motorik menggunakan usia rata-rata dan dimaksudkan sebagai panduan bagi orang tua tentang tindakan yang dapat dilakukan anak pada usia tertentu [1]. Acuan itu dapat memberi konteks, tetapi pilihan aktivitas tetap bisa mempertimbangkan ketertarikan dan kesiapan anak yang sedang dihadapi. Dengan begitu, bermain bukan sekadar mengisi waktu: ada kesempatan untuk mencoba, sementara hasil akhirnya tidak harus seragam.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Perkembangan anak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29196371&title=Perkembangan_anak (diakses 2026-10-02).